Dialog Kebudayaan Awali Kegiatan PKD di Taman Budaya Museum Buttu Cipping Sulawesi Barat

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Taman Budaya dan Museum (TBM) Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat akan menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tanggal 15-18 Desember 2024.

PKD tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain Focus Group Disscussion (FGD), Kuliner Tradisional, Lapak UMKM, Pagelaran Seni Budaya dan Sarasehan Budaya.

Event Pekan Kebudayaan Daerah Sulawesi Barat Tahun 2024 ini mengangkat tema Pengobatan Tradisional “Nature, Culture and Future”. Kegiatan ini bertujuan dalam rangka pelestarian seni budaya yang ada di Sulawesi Barat.

Kegiatan ini diawali dengan Dialog Kebudayaan sebagai Pra Pelaksanaan PKD pada tanggal 12 Desember 2024. Dialog Kebudayaan dengan tema “Tata kelola sumber daya manusia dan budaya” di Boyang Kaiyyang Taman Budaya Dan Museum Buttu Cipping.

Dialog Kebudayaan ini untuk menghasilkan gagasan dan ide pengelolaan sumber daya lingkungan kebudayaan dan manusia sebagai modal utama dan memahami lingkungan dan ekosistem serta tatanan nilai lokal dan meluaskan jejaring kebudayaan antar daerah dan provinsi.

Pengembangan sumber daya manusia melalui lokakarya teknikal dan konseptual, secara spesifik dioloq kebudayaan ini menghasilkan gagasan, bagaimana konsep pelaksanaan dialoq kebudayaan skala provinsi bisa dilaksanakan dengan menghadirkan seluruh pengampuh kebudayaan untuk mengembangkan ide ide penguatan kebudayaan didaerah dan pemberian kesempatan sertifikasi SDM dalam struktur birokrasi dan pelaku seni budaya tingkat lokal.

Kegiatan pra PKD ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat H. Mithhar dengan narasumber Halim HD (net worker -organisasi kebudayaan).

Dalam kesempatan ini, Halim HD, kembali berharap agar Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat diarahkan menjadi taman budaya ekologis. Ada sejumlah pertimbangan dalam mengusulkan itu, antara lain letaknya yang agak jauh dari pemukiman, berada di atas bukit yang memiliki kontur tanah tidak rata, dan berada di tengah hijaunya pepohonan, serta memiliki lahan yang luas.

Taman budaya ekologis adalah taman yang dirancang dengan pendekatan ekologis, yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip ekologis dalam perancangan, pengelolaan dan pemanfaatannya.

Olehnya Halim memandang pentingnya melakukan proses sertifikasi pengelola taman budaya terutama dalam hubungannya dengan tata kelola. Menurutnya mengelola taman budaya membutuhkan visi tata kelola, bukan karena seseorang mengenal kesenian.

Dalam rangkaian kegiatan PKD di Taman Budaya dan Museum Sulbar pada tanggal 15 s/d 18 Desember nanti akan menghadirkan Pertunjukan Tari Kolosal (Tim Kesenian Kab. Majene), Pertunjukan Pengobatan Tradisional dari Kab. Mamuju (Sanggar Bura’ Santigi), Pertunjukan Musik Tradisional Bambu dari Kab. Mamasa (Sanggar Seni Tusan), Pertunjukan Pengobatan Tradisional Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Majene dan Dari Kabupaten Polewali Mandar Serta Kegiatan Sarasehan Budaya.

Kegiatan ini digelar Dalam rangka pelestarian seni budaya yang ada di Sulawesi Barat, dengan tema kegiatan Pengobatan Tradisional “ Nature, Culture and Future”.

“Dalam Upaya melestarikan Kebudayaan Daerah khusunya dalam Pengobatan tradisional di Sulawesi Barat, sebelumnya kami telah melaksanakan riset Bersama tim Riset pengobatan tradisional di beberapa kabupaten di Sulawesi Barat, kemudian data yang kami dapatkan dari narasumber telah kami olah sedemikian rupa dan pada event PKD ini kami sajikan hasil olahan pengobatan tradisional tersebut,” tutur kepala UPTD TBM Sulbar Ika Lisrayani.(*)

Dialog KebudayaanIka LisrayaniPekan Kebudayaan DaerahTaman Budaya Buttu Cipping
Comments (0)
Add Comment