TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, memberikan pelatihan pengelolaan desa wisata di Hotel Almasih Barane, Baurung Kecamatan Banggae Timur, Rabu (7/2/2024).
Pelatihan yang diikuti 40 peserta perwakilan Desa, BUMDes dan Pokdarwis, serta sejumlah mahasiswa kolaborasi dengan Mcinema.id sebagai Mitra atau pelaksana.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Sulbar, Imelda Adhyanty mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi dalam pengelola desa wisata agar lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.
“Pelatihan ini diselenggarakan dengan metode penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri,” kata Imelda selaku ketua Panitia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulbar, Darmawati menyebut, pelatihan ini merupakan yang kedua di awal tahun 2024.
“Tahun ini kami ditarget Pak PJ Guberbur, paling tidak ada dua desa setiap kabupaten lolos ke ADWI, minimal 300 besar, tapi diharapkan mampu tembus 50 besar, dan 2022 kemarin satu-satunya Desa Wisata yang masuk 50 besar di Sulbar,” tutur Darmawati
Dengan pelatihan sambung Darmawati, Pemerintah Daerah berusaha meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM melalui pelatihan pengelolaan desa wisata sehingga dapat meningkatkan kemampuan para pengelolaa desa wisata.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengambil ilmu dan menerapkan ilmunya dalam melayani para wisatawan,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD Sulbar, Kalma Katta, mengatakan desa wisata merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinasi wisata.
Pengelolaan seluruh daya tarik wisata yang tepat diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.
“Sesuai dengan prinsip utama dalam desa wisata yaitu desa membangun. Prinsip ini berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal,” katanya.
Mantan Bupati Majene dua periode itu berharap dengan kegiatan ini para pemuda desa dapat meningkatkan kemampuan diri serta berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Semoga pelatihan ini ada wawasan yang bisa kita ambil, serta dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat dan kepala desanya. Sehingga meningkatkan PAD” ujarnya
Ia juga menjelaskan pengembangan desa wisata diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk percepatan pembangunan desa terpadu untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di dalamnya.
“Desa wisata yang telah maju nantinya akan memberikan efek domino berupa peningkatan kualitas lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya” tuturnya.
Lanjut Kalma, disadari bersama bahwa pengetahuan tentang desa wisata sangat dibutuhkan oleh para pelaku wisata/pengelola desa wisata, sehingga pengelola desa wisata lebih profesional dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Majene.(*)