TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menjamu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Budi Yulianto, beserta rombongan di Rumah Jabatan Sekda Sulbar, Jumat 6 November 2026 malam.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana ramah tamah menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) PSSI Sulbar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 7 November 2026 besok, dengan agenda pemilihan Ketua PSSI Sulbar.
Junda Maulana mengatakan, jamuan tersebut menjadi momentum untuk membangun keakraban sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran PSSI di tingkat pusat maupun daerah.
“Intinya kita membangun keakraban. Kita perlu dukungan pemerintah pusat,” ujar Junda Maulana.
Ia berharap pelaksanaan Musprov PSSI Sulbar dapat berjalan lancar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat satu calon yang akan maju dalam pemilihan ketua, yakni Febrianto Wijaya. Jika proses tersebut berlangsung secara aklamasi, ia berharap konsolidasi organisasi dapat berjalan lebih efektif.
“Kalau hanya satu calon, mudah-mudahan itu berjalan cepat secara aklamasi. Artinya, kalau aklamasi, konsolidasinya lebih bagus karena satu suara,” ungkapnya.
Menurut Junda Maulana, Musprov tidak semestinya hanya berorientasi pada pemilihan ketua, tetapi juga harus menjadi ruang untuk merumuskan program kerja dan arah pengembangan sepak bola Sulbar ke depan.
Ia menilai sepak bola merupakan olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Karena itu, potensi atlet dan kader sepak bola di Sulbar perlu mendapat perhatian melalui pembinaan yang berkelanjutan serta penyelenggaraan kompetisi secara rutin.
“Pembinaan atlet itu harus dijalankan. Kita memiliki banyak potensi dan kader-kader yang bisa dikembangkan, tetapi harus seiring ada kompetisi,” jelas Junda Maulana.
Junda Maulana juga menyampaikan dukungan terhadap sosok Febrianto Wijaya yang dinilainya dapat mengambil peran dalam pengembangan sepak bola di Sulbar. Ia menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan terhadap upaya memajukan olahraga tersebut.
Selain pembinaan atlet, salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah penyelenggaraan Piala Gubernur sebagai wadah kompetisi dan pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial di daerah.
Junda Maulana menjelaskan, Piala Gubernur yang semula direncanakan berlangsung tahun ini bakal digeser ke tahun depan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada.
“Awalnya tahun ini kita rencanakan ada Piala Gubernur. Tapi karena situasi dan kondisi, kita berencana tahun depan,” tuturnya.
Ia berharap momentum Musda PSSI Sulbar dapat menjadi awal penguatan organisasi, peningkatan pembinaan atlet, serta perluasan kompetisi sepak bola di seluruh wilayah Sulbar.
Dengan dukungan pemerintah daerah, PSSI pusat, dan seluruh pemangku kepentingan, pengembangan sepak bola Sulbar diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.(Rls)