TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwi Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar) H Syafrudin Baderung, mengikut Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) yang dilaksanakan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI di Hotel Novotel Manggadua Squer Jakarta yang berlangsung Senin-Rabu (21-23/11/2022).
Rakorwas tersebut dibuka Menag Yaqut Cholil Qoumas, dihadiri seluruh pejabat eselon I dan II (Pusat dan Daerah), pejabat eselon III, Kakan Kemenag Kabupaten/Kota se Indonesia, dan Para kepala KUA dan Madrasah.
Serta seluruh ASN Kemenag RI dimanapun berada, mengikuti pembukaan secara langsung dan zoom meeting serta melalui Youtube Kemenag RI.
Menag Yaqut dalam sambutannya mengatakan, pengawasan ke depan harus mengarah pada pengawasan dan pendampingan, bukan semata mata penindakan. Selain itu, bagi pimpinan satker agar melakukan pengawasan internal yang ketat agar hukuman disiplin bagi aparatur di bawahnya dapat dikurangi.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemenag RI Faisal dalam laporannya mengatakan, Menteri Agama Yaqut cholil Qoumas menekankan tiga hal penting kepada Irjen Kemenag.
Pertama, memastikan pelayanan publik melalui transformasi digital berjalan dengan baik.
Kedua, memastikan bahwa sistem pengendalian intern sudah efektif untuk mencegah praktik transaksional dalam pelayanan publik.
Ketiga, selalu proaktif dan respons cepat atas segala permasalahan di Kemenag.
“Kedepan Itjen akan melakukan pengawasan lebih adaptif dan agile,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag Sulbar, H Syafrudin Baderung sangat mengapresiasi seluruh jajaran itjen atas Rakorwas ini.
“Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kinerja yang profesional, terukur dan akuntabel serta ikhtiar untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Kementerian Agama di masa mendatang,” tutur mantan kabid Bimas Islam dan Kakanwil Kemenag Gorontalo ini.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, apa yang menjadi penegasan Gus Menag akan menjadi menjadi perhatian bersama.
“Agar dalam setiap kegiatan hendaknya meminta pendampingan itjen, agar ke depannya tidak ada masalah yang muncul, akan jauh lebih baik, mencegah daripada mengobati,” tutur Syafrudin Baderung mengutip amanah Gus Menteri.(*)