TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Komisi IV DPRD Sulbar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Kabupaten Mamasa dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) ranperda pertanggungjawaban APBD 2021, Sabtu (2/7/2022).
Dalam kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Hatta Kainang. Mereka mendatangi tiga sekolah yakni SMAN 1 Tabulahan, SMAN 2 Buntu Malangka, dan SMKN 1 Aralle.
Hatta Kainang, mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah persoalan, di antaranya bangunan gedung belum tuntas, pekerja bangunan meninggalkan pekerjaan karena alasan anggaran tidak ada, dan didapatkan beberapa ruangan sekolah disegel akibat upah tukang lokal serta pembayaran material tidak selesai.
Tak hanya itu, Hatta juga menyebut, ada lokasi bangunan sekolah yang harga tanahnya masih berpolemik.
Hal itu lantaran penyedia memindahkan titik lokasi sebelumnya.
“Ada juga bangunan belum clear harga tanahnya karena adanya perpindahan titik oleh penyedia,” ujar Hatta Kainang.
Komisi IV DPRD juga menemukan tiga sekolah tersebut belum dilengkapi akses wifi. Dan, rata-rata sekolah di Mamasa berada di lokasi rawan longsor.
“Rata-rata bangunan sekolah SMA dan SMK di wilayah Mamasa rawan longsor, perlu ada penguatan struktur tanah dalam bentuk talud. Belum fasilitasi wifi di sekolah-sekolah perlu peningkatan kapasitas badwitch. Ini penting untuk pengembangan orientasi siswa dan aktivitas guru di sekolah,” jelasnya.
Hatta menegaskan bakal membawa semua permasalahan itu pada rapat komisi dengan Disdikbud Sulbar.
Pada monev tersebut, Hatta Kainang didampingi anggota Komisi IV, H. Arief Dg Matemmu.(*)