TELEGRAPH.ID, PASANGKAYU – Polres Pasangkayu berhasil mengungkap kasus persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur.
Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H.Siagian mengatakan, pelaku persetubuhan diduga dilakukan oleh 10 orang tersangka.
“Ke 10 tersangka melakukan persetubuhan dengan korban A (15 th) yang dilakukan beberapa kali di TKP yang berbeda,” kata Kapolres saat konferensi pers didampingi Waka Polres Kompol Ade Chandra C.Y, Kasat Reskrim dan Kanit PPA di ruangan media Center Humas Polres Pasangkayu
Kamis (6/5/2021).
Dia menjelaskan, kejadian itu sebanyak tiga kali, TKP pertama dilakukan pada tanggal 14 April 2021 di Jalan Tanjung Cina Desa Bambakoro.TKP Kedua dilakukan pada tanggal 27 April 2021 di Desa Karave.
“Sedangkan TKP Ketiga dilakukan pada tanggal 29 April 2021 di kamar mandi SD Inpres Karave dimana Pelaku ada yang melakukan 1 kali dan 2 kali,” jelasnya.
AKBP Leo H.Siagian mengungkapkan, modus pelaku dengan cara menjemput korban, kemudian di bawa ke TKP dan dipaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan para tersangka secara bergantian.
“Motif pelaku melakukan perbuatan tersebut untuk melampiaskan nafsunya,” paparnya.
Aksi para tersangka terungkap, setelah orang tua korban mendesak saat melihat perubahan terhadap korban. Selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian yang bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap para tersangka.
“Untuk Tersangka kami sangka dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76D Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak lima milyar rupiah,” tutupnya.