Media Platform Baru Sulawesi Barat

Usai Berpolemik, BPBD Mamuju Pastikan Dana Bantuan Stimulan Tanpa Potongan

0 212

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Setelah berpolemik, BPBD Kabupaten Mamuju pastikan penerima Bantuan Dana Stimulan bagi 120 KK yang telah mendapat bantuan dari NGO akan diberikan tanpa potongan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Mamuju, Muh. Taslim Sukirno usai berkoordinasi langsung dengan BNPB.

Taslim Sukirno menjelaskan, dalam Juklak yang menjadi pedoman untuk melaksanakan pencairan dana stimulan dan pembangunan rumah rusak akibat gempa disebutkan, pada point ke 5 yakni Kepala Keluarga tidak sedang dalam proses atau telah mendapatkan bantuan rumah dari sumber Pendanaan yang lain.

Sehingga disampaikan bahwa penerima Dana Stimulan yang telah menerima bantuan dari NGO khusus di 3 wilayah yakni Kelurahan Galung, Desa Takandeang dan Desa Botteng Utara akan dilakukan pemotongan sebesar 8 juta rupiah.

Hal itu didasari oleh hasil rapat bersama dengan Tim Teknis Pemerintah Daerah, Inspektorat dan BPKP serta berkoordinasi langsung ke BNPB Pusat, maka solusi yang didapatkan bagi masayarakat yang telah merima bantuan dari NGO tetap dapat diberikan dengan mengurangi selisih bantuan yang telah diberikan oleh NGO sesuai kategori hasil assessment dan potongan 8 juta rupiah tersebut tetap kembali ke kas negara.

Karena hal tersebut, Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Mamuju, Muh Taslim Sukirno kembali berkoordinasi dengan BNPB dengan mengumpulkan semua data bantuan NGO di Kelurahan Galung, Desa Takandeang dan Desa Botteng Utara.

“Setelah membawa semua data bantuan NGO, maka hasil koordinasi kami dengan BNPB disimpulkan bahwa untuk 120 KK bantuan NGO di Kelurahan Galung, Desa Takandeang dan Desa Botteng Utara itu berupa Huntara (Hunian Sementara) sehingga akan tetap diberikan bantuan Dana Stimulan sesuai dengan kategori masing-masing,” kata Muh. Taslim saat dikonfirmasi via whatsapp, Rabu (19/1/2022).

Hal ini juga dipertegas oleh surat yang dikeluarkan oleh NGO tentang pedoman bantuan Recycle House (Rumah Daur Ulang). Dimana dijelaskan, Recycle House ini dibangun dengan tidak menggunakan besi dan pondasi permanen karena sifatnya hunian sementara. Tapi dipersiapkan bisa menjadi rumah tumbuh sambil menunggu bantuan dari pemerintah terealisasi.

“Berdasarkan semua data tersebut yang kami sampaikan ke BNPB, maka 120 KK di Kelurahan Galung, Desa Takandeang dan Desa Botteng Utara akan tetap diberikan bantuan sesuai kategori tanpa potongan,” jelas Muh. Taslim.

*/rfa

Leave A Reply

Your email address will not be published.