Media Platform Baru Sulawesi Barat

Gubernur Sulbar Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana Secara Virtual

0 27

TELEGRAPH.ID, MAMUJU — Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, hadiri rakor penggulangan bencana yang dibuka langsung Presiden Ir H Joko Widodo yang digelar secar virtual, Kamis (4/3/2021).

Sekprov Sulbar Muhammad Idris Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Halim, Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid dan perwakilan unsur forkopimda turut mendampingi Gubernur Sulawesi Barat.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, berdasarkan hasil rakor bersama Kepala Negara, sudah diketahui bersama bahwa Indonesia merupakan salah satu negara memiliki tingkat bencana alam yang tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir bandang longsor dan bencana lainnya.

Olehnya itu, kata Ali Baal, sebagai salah satu provinsi yang memiliki tingkat bencana tinggi perlu merumuskan suatu solusi mitigasi, salah satunya dengan melestarikan hutan.

“Kita membangun tetapi jangan merusak, jangan karena alasan ingin memperbaiki daerah, tetapi justru merusak apa yang ada, termasuk hutan,”kata Ali Baal.

Selaku kepala daerah, lanjutnya, akan segera melakukan rakor lingkup Pemprov Sulbar untuk para OPD terkait guna membahas program kerja pembangunan Sulbar terutama di pasca gempa bumi 6,2 magnitudo.

Sementara itu, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan, akan mencari sebuah cara untuk mendorong semua institusi pemerintah daerah mengarah pada pencegahan resiko bencana yang bisa muncul kapan saja.

“Penanganan kebencanaan itu tidak boleh ego sentral, tetapi harus melibatkan beberpa pihak dan manajemen tanggap daruratnya harus bagus. Nah seperti yang kita alami di Sulbar ini, kita lihat tidak banyak orang yang berpengalaman, untung saja ada kawan-kawan kita di TNI yang bergerak cepat yang terkoordinasi,”pungkas Idris.

Kepala BNPB RI, Doni Monardo mengemukakan, sebuah langkah dalam antisipasi bencana di Indonesia, dimana dalam upaya pencegahan bencana tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh instansi terkait, termasuk perencanaan pembangunan yang berlandaskan pengurangan risiko bencana.

Selain itu, langkah kolaboratif juga ditunjukkan dengan melibatkan pakar. Hal itu untuk memprediksi ancaman, memperkuat sistem peringatan dini, menyusun rencana kontijensi dan edukasi serta pelatihan kebencanaan.

“Melalui pendekatan kolaborasi pentahelix pemerintah bersama dengan akademisi, dunia usaha, komunitas relawan dan media terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat,” ujar Doni.(adv).

Leave A Reply

Your email address will not be published.