Media Platform Baru Sulawesi Barat

Harla ke 53, Kopri Cabang Mamuju Gelar Dialog dan SIG

0 628

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Cabang Mamuju, sedang melangsungkan Sekolah Islam Gender (SIG) III, dengan mengusung Tema “Peran Kopri Dalam Menanamkan Jiwa Toleransi Beragama” di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri Binanga Mamuju yang dimulai tanggal 25-30 November 2020. (29/11/2020)

Ditengah arus globalisasi peran perempuan semakin hari semakin kondusif, mengingat, komposisi penduduk Indonesia berdasar data kependudukan, jumlah perempuan lebih mayoritas dibanding dengan laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan merupakan modal besar pembangunan di Indonesia, namun kenyataan yang ada, belum semua SDM telah diberdayakan secara optimal.

Banyak kejadian di rana sosial semisal, Contoh dalam keluarga, “suami bekerja, istri mengurus anak, pengambil keputusan adalah laki-laki. Lebih memilih anak laki-laki melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Contoh dimasyarakat, “Pembatasan dan pemilihan kesempatan kerja terhadap laki-laki dan wanita, misalnya wanita urusan konsumsi laki-laki bagian olahraga”.

Inilah mendasari Pimpinan Tertinggi Kopri Cabang Mamuju Sugiarti sangat persisten lancarkan dialog kepemudaan dirangkaikan SIG lll, sebagai tindakan nyata untuk memperingati Harlah Kopri ke-53, dengan menghadirkan beberapa akseptor (anggota) rayon, komisariat dan cabang PMII yang ada di Sulawesi Barat.

“Dalam kegiatan ini tentunya ada intensitas bagi peserta agar kiranya berupaya mengaplikasikan pemahaman-pemahaman seputar gender dan toleransi beragama dengan baik dan menjadi pribadi yang siap bersaing disegala sektor, setelah melihat perkembangan ditengah arus globalisasi untuk saat ini,” tutur Ketua Kopri Cabang Mamuju

Selain dari itu, masih ada hal yang lebih subtansi menarik diperjuangkan oleh Gender, dalam negara misalanya,

“Undang-Undang perburuhan, menjelaskan bahwa tunjangan keluarga melekat pada laki-laki sehingga upah wanita lebih sedikit daripada laki-laki,” ujarnya

Berdasar permasalahan yang ada maka kesenjangan Gender merupakan hambatan utama bagi peningkatan, SDM dan hak asasi manusia, sehingga perlu adanya tata nilai yang mendukung kesetaraan dan keadilan Gender.

“Adanya kegiatan ini tentunya ada capaian yang ingin diaraih melihat perkembangan dilingkungan sosial terkait Gender, tentunya mampu menciptakan pemahaman gender dan kesetaraan kepada peserta kegiatan, menciptakan pemahaman toleransi beragama kepada peserta kegiatan dan menjadi agen-agen yang dapat meminimalisir tersebarnya faham-faham yang radikal, juga mampu melahirkan perempuan-perempuan yang bermental kuat,” tutur Sugiarti.

Setelah berbarapa hari menjelang akhir kegiatan, ada beberapa persiapan guna meningkatkan kompetensi para peserta yang terlibat langsung di acara tersebut, Wiramaele selaku ketua Panitia menyatakan.

“Kesibukan dari awal sampai akhir kegiatan, sudah jelas, bahwa pastinya kita mempersiapkan berbagai kesiapan, mulai dari mobilisasi peserta, komsumsi, sampai asupan pengetahuan dari berbagai narasumber,” Kata Ketua Panitia Wilmaela. S

Wilmaela menambahkan, bahwa peserta yang sempat bertahan ditahap ini sampai selesai kegiatan, kedepannya mampu menjadi vitalitas organisasi disemua lini.

“Output terkait kegiatan ini, semoga melahirkan anggota PMII, khususnya KOPRI yang kuat dari segi Mental, Ilmu Pengetahuan dan selanjutnya bisa lebih semangat lagi/ berfikir, bahwa kaderisasi di PMII sangatlah penting untuk pribadinya (insan yang intelektual) dan bisa menjawab tantangan zaman di lingkup local apalagi nasional ditengah gempuran zaman.” tegas Wilmaela. S

Laporan : Nur

Leave A Reply

Your email address will not be published.