Media Platform Baru Sulawesi Barat

Warga Karossa : Isu Kepung Pengadilan Negeri Mamuju Tidak Benar

0 390

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Warga Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, bantah akan melakukan pengepungan Pengadilan Negeri (PN) kelas IB Mamuju.

Sebelumnya, dikabarkan ribuan warga Kecamatan Karossa akan mengepung PN Mamuju terkait proses hukum terdakwa dugaan kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) Ansari Latif alias Brekele.

Warga Karossa bapak Wiwi dihubungi via telepon mengungkapkan, Ihwal tanda tangan ratusan warga Karossa yang diperlihatkan kepada wartawan beberapa waktu lalu bukan bermaksud untuk melakukan unjuk rasa di PN kelas IB Mamuju.

Ia mengatakan sesuai kesepakatan warga mereka hanya siap mengawal setiap warga yang dipanggil bersaksi di Pengadilan Negeri kelas IB Mamuju. Bukan untuk unjuk rasa.

“Itu tanda tangan sudah lama sebelum proses persidangan Brekele berlangsung hanya 130 orang bagaimana mau demo seribu orang. Kemudian tujuan tanda tangan itu untuk mendesak pihak SPBU dan kepolisian bagaimana agar BBM di Karossa tidak langkah lagi, hanya itu keinginan kami,” kata bapak Wiwi.

Ihwal kedatangan mereka di Mamuju beberapa waktu lalu, kata dia, itu hanya bertujuan memastikan tanda tangan mereka asli sebab ada kabar diragukan tanda tangannya dalam lembaran surat.

“Karena dari awal juga memang ada kesepakatan warga disini kalau ada dipanggil untuk diminta keterangan sebagai saksi di pengadilan harus dikawal naik. Bukan tujuannya mau demo jadi isu demo itu tidak benar. Prinsipnya warga disini soal proses hukum kita serahkan ke penegak hukum mau bebas atau tidak itu urusan pengadilan,” ujarnya.

Warga hanya ingin, lanjutnya, BBM lancar dan tidak langkah lagi sehingga tidak kesulitan dalam mengangkut buah sawit mereka.

“Lagian juga proses hukumnya sudah jalan tinggal menunggu vonis pengadilan. Mau bebas atau tidak itu bukan urusan warga disini,” tuturnya.

Kapolsek Karossa Iptu Mukhtar Mahdi juga memastikan sejauh ini warga Kecamatan Karossa tidak ingin melakukan unjuk rasa atau pengepungan Pengadilan Mamuju.

“Tidak ada itu pak, saya sudah datangi warga disini mereka tidak ada yang mau sampai kepung pengadilan. Kemudian juga tidak ada pemberitahuan kepada kami selalu pihak kepolisian,”kata Iptu Mukhtar.

Ia mengatakan, adapun beberapa waktu Karossa yang ke Mamuju mereka hanya mengawal beberapa warga yang dipanggil untuk bersaksi di pengadilan terkait dugaan kasus penimbunan BBM ini.

“Jadi mereka itu hanya mau menghadiri sidang. Karena sudah ada kesepakatan warga disini kalau ada yang dipanggil bersaksi harus ada yang kawal naik itupun hanya sekitar 10 orang, jadi tidak ada itu yang mau mengepung pengadilan, itu isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan pak,”tegasnya via telepon.(red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.