TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi Nasional ke 70 dipusatkan di Provinsi Sulawesi Barat. Acara berlangsung di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Sabtu (12/12/2020).
Upacara dipimpin langsung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, (Menteri PDTT), Abdul Halim Iskandar.
Penyelenggaraan transmigrasi, tidak lain untuk mencapai SDGs desa yang memiliki 18 tujuan.
Adapun 18 tujuan yakni; Desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, sehat dan sejahtera, dan pendidikan, berkualitas, keterlibatan perempuan desa, desa layak air bersih dan sanitasi, desa energi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata. Infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan, kawasan pemukiman, desa aman dan nyaman dan produksi desa sadar lingkungan.
“Desa tangkap perubahan iklim, desa peduli lingkungan laut, desa peduli lingkungan, desa tanggap perubahan, desa peduli darat, desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa dan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif,” tuturnya.
Selanjutnya Abdul Halim Iskandar mengatakan, penyelenggaraan transmigrasi harus mampu membangun kalau berhasil dan integritas kuat antar stakeholder penyelenggara transmigrasi yang bersifat lintas sektor, sebagaimana telah diatur dalam Perpres nomor 50 tahun 2018.
“Selain itu transmigrasi harus mampu menjadi kekuatan pengungkit ekonomi kawasan sekitarnya, transmigrasi harus mampu menjahit keterkaitan dengan daerah sekitar kawasan transmigrasi, transmigrasi harus mampu menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pembangunan desa di Indonesia,” jelasnya.
“Menyelenggarakan transmigrasi harus mampu bermuara pada upaya terpadu percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan satu tanah air dibutuhkan kehadiran kita secara substansi al bukan sekedar prosedural untuk mengurus tambahkan SDGs s desa dalam penyelenggaraan transmigrasi.” Tambah Putra Kiyai Sansuri ini.
Selanjutnya ia mengatakan, harus di jalin komunikasi dan koordinasi, dilakukan bersungguh-sungguh merubah diri dari birokrasi dilayani menjadi birokrasi yang melayani, dari transmigrasi tanpa visi menjadi transmigrasi yang penuh aksi.
“Untuk berubah jangan menunggu momentum, untuk baik, jangan menunggu dirubah. Mari kita ciptakan perubahan sendiri, mari revitalisasi transmigrasi, menjadi transmigrasi yang membangkitkan ekonomi warga, mensejahterakan masyarakat transmigran, serta menjaga dan melindungi NKRI,” pungkasnya.
Laporan: Nur
