Media Platform Baru Sulawesi Barat

Cuaca Ekstrem, Diperkirakan Nelayan di Mamuju Tak Melaut Hingga Maret

0 356

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Cuaca ekstrem sejak sepekan terakhir membuat sebagian besar nelayan di Mamuju memilih untuk tidak melaut.

Baharuddin nelayan Lingkungan Tambi, Kelurahan Mamunyu, menuturkan, nelayan sejak akhir tahun 2019 sudah tidak melaut.

“Musim angin barat. Tidak melaut diparkir saja ini perahu,” kata Baharuddin. Senin, (6/1/2020).

Baharuddin memperkirakan, nelayan baru akan kembali melaut pada bulan April. Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, kata Burhanuddin, para nelayan akan bekerja serabutan.

“Kalau ada panggil kerja bangunan jadi tukang batu lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Majene Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar, Agus ST memprakirakan, potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berpotensi terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

“Cuaca hujannya ini diperkirakan sampai Maret. Apalagi memasuki musim barat ini ada pergerakan pusaran udara dari samudera hindia berupa siklon pusaran angin,” tuturnya.

Sulbar tinggi gelombangya bervariasi, untuk gelombang tinggi itu dari laut Jawa, ke arah Timur dan sebagian ke selat Makassar bagian selatan, seperti Makassar, Pinrang, Pare-Pare dan Polman.

Meski begitu, Agus menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada.

(ILU)

Leave A Reply

Your email address will not be published.