Media Platform Baru Sulawesi Barat

Hari Santri Nasional, Tina Memilih Silaturahmi ke Ponpes di Mamuju

0 549

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Calon Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengunjungi sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Wilayah Kabupaten Mamuju. Kamis (22/10/2020).

Ponpes yang dikunjungi, seperti Ponpes Nahdatul Wathan Gentungan, Kecamatan Kalukku, Ponpes Raudhatul Thalibin, Ponpes Al Munawwarah, Desa Tadui, Ponpes At-tanwir Muhammadiyah dan Ponpes Wahdah Islamiyah.

Selain meminta doa kepada para santri dan pimpinan Ponpes. Sutinah mengatakan, memilih untuk tidak melaksanakan kampanye hari ini merupakan penghargaan terhadap momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

“Jadi kami melakukan jeda kampanye, sebagai penghormatan terhadap hari santri, sebagai momentum revitalisasi spirit resolusi jihad islam, untuk mewujudkan NKRI sebagai rumah besar bagi seluruh elemen anak bangsa,” ucap Tina sapaan Sutinah.

Selain hal itu, Tina mengatakan jika dirinya dengan Ado Mas’ud diberikan kepercayaan oleh masyarakat memimpin Mamuju periode mendatang, salah satu program keagamaan yang akan dilakukan adalah mendirikan rumah Tahfidzul Qur’an di Satu desa atau kelurahan. Tujuannya, untuk mencetak 1000 hafis dan hafizah tiap tahunnya.

“Setiap ormas keagamaan, akan diberikan jatah kewenangan merekomendasikan anggotanya untuk dapat beasiswa,” tambahnya.

Lebih lanjut mantan Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju itu juga menuturkan, dalam program kerja Tina-Ado yang nantinya juga akan mendorong dan memfasilitasi festival santri setiap tahun, kemudian bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia, untuk melaksanakan pengkaderan Kader Ulama (PKU).

“Tentu tidak meninggalkan keragaman agama di Mamuju, karena setiap pemeluk agama akan mendapatkan hak-hak anggaran, untuk membangun dan mengembangkan pembinaan keagamaan seluruh pemeluk agama, sesuai keyakinan masing-masing,” tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Nahdatul Wathan, K.H.Muhammad Akhyar menceritakan kisah keterlibatan Bupati Mamuju dua Periode Suhardi Duka (SDK) dalam peresmian Ponpes tersebut.

Kata K.H.Muhammad Akhyar warga setempat tidak sepenuhnya meyakini jika peresmian Ponpes Nahdatul Wathan di Tahun 2012 silam itu, akan dihadiri dan diresmikan oleh SDK.

“Itu lah kehebatannya beliau, saat itu belum ada santrinya, ustadznya juga belum. Ya begitulah yang namanya kita baru buka,” tutupnya.

(MP/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.