Media Platform Baru Sulawesi Barat

Kasus Penipuan CPNS, DPRD Minta Kanwil Kemenkumham Sulbar Ikut Diperiksa

0 90

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Polda Sulbar berhasil mengungkapan kasus penipuan CPNS di Kemenkumham Sulbar.

Nama IR yang juga Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Dapil Polman 3 ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulbar.

Meski begitu, sampai saat ini tersangka belum juga dilakukan penangkapan, alasan pihak kepolisian karena masih dalam tahap penyelidikan.

Anggota Komisi I DPRD Sulbar Abdul Rahim mengatakan, mestinya pelaku sudah dilakukan penangkapan. Menurutnya, persoalan tersebut sangat serius, tersangka tidak segera ditahan dikhawatirkan akan menambah korban lagi.

“Seharusnya dilakukan penangkapan, karena bisa jadi akan menghilangkan barang bukti, termasuk anggapan masyarakat bahwa dia tidak ada apa-apa,” kata Rahim kepada telegraph.id, Selasa (19/2/2019).

Rahim juga menyampaikan, dengan ditangkapnya pelaku tentu menjadi pintu masuk untuk menelusuri kemungkinan adanya petunjuk keterlibatan pihak lain yang ikut bermain dalam masalah tersebut.

“Sepertinya saya sulit percaya kalau tidak ada aktor intelektualnya, maklum Irma itu hanya seorang ibu yang kerjanya Loundry. Kok berani-beraninya melakukan itu, saya malah meminta Kapolda agar ikut memeriksa Kakanwil Hukum dan HAM guna memastikan bahwa dia dan jajarannya tidak ada yang terlibat,” ujar Rahim.

Lebih lanjut Rahim menuturkan, cukup yakin pelaku dalam menjalankan penipuan tidak seorang diri. Bahkan pihaknya dapat informasi, bahwa di internal Kanwil Hukum dan HAM sudah cukup lama mengetahui persoalan penipuan itu. Penipuan yang sedang berjalan di lapangan dengan memperlihatkan foto copy SK CPNS Kanwil Hukum dan HAM.

“Saya meminta penyidik Polda agar segera memeriksa semua pihak yang diduga terlibat, berperan dan mengetahui kronoligis kasus ini, termasuk Kakanwil Hukum dan HAM harus ikut diperiksa karena terkait sebagai pimpinan lembaga yang diduga “dijual” Irma, berikut nama Ibu Farida tertera dengan jelas dalam foto copy SK CPNS yang diduga kuat palsu itu,” tutur Rahim.

“Sekali lagi, kepentingan pemeriksaan Kakanwil adalah memastikan bahwa institusi ini sangat clean and Clear dalam persoalan ini,” harap Rahim.

Selain itu, pemeriksaan yang dilakukan kesemua nama-nama yang dimasukkan pelaku dalam melancarkan aksinya, adalah upaya untuk menjaga lambaga pemerintah dari segala bentuk anasir jahat yang merugikan.

“Jangan biarkan ada oknum yang mencoba mengganggu kredibilitas dan kehormatan lembaga pemerintah,” pungkasnya.

(had/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.