Media Platform Baru Sulawesi Barat

Kunjungi Sulbar, Menteri PPPA Dibuat Kagum dengan Fasilitas RS Lapangan TNI-AD

0 453

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Darmawati mengaku takjub dengan Rumah Sakit (RS) Lapangan TNI-AD, Kamis (28/1/2021)

Kunjungan ke Rumah sakit yang berdiri di Lapangan Tammajarra Makorem 142/Tatag ini, merupakan rangkaian kunjungan dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, untuk mengunjungi pengungsi korban gempa Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat,

Saat kunjungan itu, Menteri PPPA I Gusti Ayu memasuki setiap ruang yang ada di dalam rumah sakit, baik ruang perawatan perempuan, perawatan bayi, hingga ruangan lain yang dinilai krusial untuk melaksanakan perawatan medis.

Hasilnya cukup membuat perempuan kelahiran Bali ini tercengang, betapa tidak, rumah sakit yang terdiri dari 28 tenda ini memiliki pelayanan, personel, hingga fasilitas yang sangat memuaskan.

Bahkan I Gusti Ayu mengaku baru kali ini melihat rumah sakit di lokasi bencana yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.

“Kalau boleh jujur, dari beberapa kali saya turun ke titik-titik pengungsian, pertama kali saya melihat konsep rumah sakit di pengungsian yang luar biasa, ada dokter, kemudian ada fasilitas yang luar biasa,” katanya dengan rasa takjub.

Ia membeberkan, ketika dirinya mengunjungi berbagai titik pengungsian di Mamuju, banyak catatan penting harus mendapat penanganan intensif, di antaranya ibu hamil tua dan bayi yang lahir di pengungsian.

Namun kata dia, semua kendala yang terbersit di kepalanya terjawab, ketika mengunjungi Rumah Sakit Lapangan milik TNI-AD ini.

“Setelah berkunjung ke sini (Korem 142/Tatag) sudah dijawab oleh rumah sakit ini, ternyata masih banyak fasilitas yang memungkinkan ibu-ibu hamil tua ditampung di sini dengan pelayanan melahirkan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

I Gusti Ayu Darmawati begitu mengapresiasi dan bersyukur atas kehadiran rumah sakit yang bisa menyangga rumah sakit yang belum bisa beroperasi maksimal.

Kemandirian rumah sakit itu dinilai penting untuk melayani yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan gempa, atau sakit ketika berada di pengungsian.
 
“Saya mengapresiasi dan rasa bangga yang luar biasa melihat kemandirian rumah sakit ini. Ini suatu harapan baru. Makanya pas sekali kita berkunjung ke sini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Komandan Batalyon Kesehatan Danyonkes 2 Divisi Infanteri 2 Kostrad, Letkol Ckm dr. Ayiq Mahmud, berterima kasih atas kunjungan Menteri PPPA.

Ia menjelaskan bahwa Rumah Sakit Lapangan tersebut merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang terlengkap, terdiri dari 28 tenda yang dari berbagai fasilitas, di antaranya ruang operasi, UGD, radiologi, dan fasilitas medis lainnya.

Selain itu, petugas medis andal pun tersedia dalam rumah sakit ini, 12 dokter ahli, bedah, anastesi, anak, kandungan, bidan, dan personel lain yang memiliki kompetensi yang sudah tidak diragukan lagi.

“Itu semua dilengkapi dan melayani secara mandiri. Saat ini sudah 267 pasien perawatan, ada 14 orang yang dirawat dan dioperasi sudah 4 orang,” bebernya.

Kata dia, harapan KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa ialah bagaimana rumah sakit ini bisa menjadi pendukung rumah sakit di daerah yang pelayanannya masih terbatas.

“Harapan Bapak KASAD, rumah sakit ini didirikan untuk benar-benar menjadi rumah sakit pendukung sampai rumah sakit daerah dinyatakan bisa berdiri sendiri,” pungkasnya.

(RLS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.