Media Platform Baru Sulawesi Barat

Proses Dihentikan, Gakkumdu Nyatakan Ijazah Ado Mas’ud Tak Ada Pelanggaran

0 325

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menggelar pembahasan kedua laporan dugaan ijazah palsu. Sabtu (26/9/2020) malam.

Hasilnya, Gakkumdu menyimpulkan tidak ditemukan pelanggaran ijazah yang digunakan calon wakil bupati nomor urut 1, Ado Mas’ud.

“Setelah kami rapatkan tadi disimpulkan bahwa kasus ini tidak bisa diteruskan ke tingkat selanjutnya yaitu naik sidik. Karena pemenuhan syarat-syarat materiil untuk keterpenuhan unsur di pasal 184 KUHP itu tidak terpenuhi secara keseluruhan,” kata Koordinator Gakkumdu, Faisal Jumalang.

“Oleh karena itu, atas nama Koordinator Sentra Gakkumdu saya mengatakan, kasus dugaan ijazah palsu ini, kami umumkan statusnya, bahwa ini bukan pelanggaran,” sambungnya.

Lanjut Faisal, sejak laporan yang dilakukan oleh Faisal Laendre pada 21 September 2020 lalu, pihaknya telah melakukan proses penyelidikan selama lima hari kerja berdasarkan amanah undang-undang. Gakkumdu telah melakukan pemeriksaan ke pihak kampus tempat ijazah Ado Mas’ud dikeluarkan, yakni Universitas Karya Dharma Makassar yang dulunya bernama Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI)

“Pengakuan dari pihak kampus, nama Ado Ma’sud itu belum diinput ke Forlap Dikti, dan kita sudah buka buku besarnya, ada disitu tertulis nama Ma’sud dengan NIM yang sesuai,” ujar Faisal.

Sedangkan, terkait nama Eduardus Ando yang memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang sama dengan Ado Mas’ud dan terdaftar di http://ppdikti.kemendikbud.go.id/, Faisal menjalaskan, bahwa Eduardus Ando merupakan mahasiswa dari Universitas Pejuang Republik Indonesia.

Kedua kampus dulunya berada dalam satu univeristas, yakni Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) dan kini sudah memisahkan diri. Saat masih bersatu, sangat sulit untuk mengetahui mana mahasiswa Jarya Darma dan Universitas Pejuang RI.

“Forlap Dikti milik Karya Darma terkait ijazah Ado Mas’ud, ada kami simpan buktinya semua. Jadi laporan ini bukan pelanggaran,” tutup Faisal.

(Lu/Jan/ILU)

Leave A Reply

Your email address will not be published.