Media Platform Baru Sulawesi Barat

Sutinah Tegaskan Tak Beri Ampun Kades yang Melanggar

0 343

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi mengingatkan kepada para kepala desa agar lebih hati-hati untuk mengelola dana desa, sehingga bisa tepat manfaat dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Sutinah menegaskan, tak akan mentelorir siapa saja yang melakukan penyelewengan. Apalagi hal itu menyangkut penyalahgunaan anggaran.

“Saya minta kepala desa dapat mempertanggungjawabkan perencanaannya, kalau ada penyelewengan akan langsung di proses hukum, ini saya sudah sampaikan ini pada inspektorat, tidak ada ampun untuk desa-desa yang melanggar,” kata Sutinah dalam Bimbingan Teknis Penataan Kelolaan Aset Desa Berbasis Aplikasi SIPADES (Online)’ di Aula Hotel Srikandi, Jalan Pattalunru, Mamuju, Selasa (29/6/2021).

Di kesempatan itu, Sutinah juga menyinggung kelakuan oknum kepala desa yang tak bijak mengelola anggaran, bahkan menganggap dana desa milik pribadi.

“Ada loh yang seperti itu, ini milik rakyat,” jelasnya.

Kata Sutinah, kegiatan Bimtek yang rencananya berlangsung selama tiga hari itu, merupakan kegiatan yang sangat penting ditengah upaya membangun birokrasi yang bersih dan melayani, ditunjang kemampuan sumber daya manusia yang di dorong lebih maju dan modern.

“Harus diakui bahwa salah satu temuan yang terus muncul dan menjadi catatan BPK RI di tiap laporan hasil pemeriksaan (LHP) adalah sektor pengelolaan aset yang terkadang kurang terintegrasi dengan baik,” tuturnya.

“Saya menilai hal itu disebabkan olehnya pengelolaan aset, serta juga bisa disebabkan tidak adanya sarana yang dapat menunjang pelaksanaan inventarisasi aset berbasis teknologi yang dapat memudahkan pengelolaannya,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Sutinah berharap agar semua peserta dapat mengikuti Bimtek dengan sebaik-baiknya, agar kedepan tidak lagi terjadi kesalahan dalam mengelola aset, sehingga penggunaan dan pemanfaatannya bisa lebih maksimal demi kepentingan masyarakat. (ILU)

Leave A Reply

Your email address will not be published.