Media Platform Baru Sulawesi Barat

Bayi di Polman Meninggal Setelah Imunisasi, Begini Penjelasan Dokter dan Respon Keluarga

0 183

TELEGRAPH.ID, POLMAN – Seorang bayi di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, meninggal usai diimunisasi di Puskesmas Matakali.

Berdasarkan kronologi yang himpun Tribun, pada Kamis 25 Juni, bayi bernama Al Fatah, diberikan vaksinasi dan polio di Puskesmas Matakali, kondisi bayi saat itu dalam keadaan sehat.

Setelah dilakukan vaksinasi, kondisi bayi memburuk, besok harinya, mengeluarkan darah dibekas suntikan, setelah darah berhenti bayi demam dan terus menangis hingga suara menghilang.

Senin, 29 Juni sang bayi dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sesak nafas, dan meninggal pada subuh dini hari, pada tubuh bayi terdapat banyak lebam-lebam menurut informasi pihak keluarga.

Kepala Puskesmas Matakali Ahmad, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga, dia mengatakan, apa yang dialami pasien bayi Al Fatah, bukan unsur kesengajaan oleh pihak medis.

“Karna kami sudah delapan tahun disini, barusan ada kejadiian begini, artinya kegiatan-kegiatan imunisasi yang kita lakukan disini selalu berdasarkan sop yang ada,”kata Ahmad, kepada wartawan saat menyambangi kediaman keluarga Al Fatah, di Rea, Kecamatan Matakali, Rabu (1/7/2020).

Dokter Matakali Sintia mengatakan, kematian bayi Al Fatah dikarenakan Bronkopiloni (infeksi pernapasan yang berat) berdasarkan diagnosis dokter spesial anak di RSUD Polewali.

“Dokter rumah sakit curiganya DBD karna ada juga demam tinggi, untuk konfirmasinya lebih lengkapnya harus periksa darah dan trombisit, DBD itu trombositnya menurun, karena tidak sempat diperiksa, jadi kita tidak bisa menerka-menerka karena apa,”tuturnya.

Sementara, kakek bayi, Rusman mengaku tidak menerima alasan yang disampaikan pihak puskesmas, bahwa cucunya meninggal karena gangguan pernafasan.

“Kalau kita liat situasi waktu dibawa ke puskesmas, cucu saya masih sehat, makanya saya bertanya tadi kesimpulannya apa, tapi mereka hanya diam. Bisa saja kami melaporkan secara hukum kalau pihak puskesmas belum memberikan kesimpulan dari masalah ini,”pungkasnya.(alam).

Leave A Reply

Your email address will not be published.