Media Platform Baru Sulawesi Barat

Berada di Kota, Ketua Komisi III DPRD Mamuju Sayangkan Kondisi SDN Padang Baka

0 114

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – SD Negeri Padang Baka, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju sudah ada sejak tahun 80 an. meskipun berada di dalam Kota Mamuju, namun kondisinya cukup memprihatinkan.

Sekolah yang berada di Jalan Rajawali atau jalan menuju ke Sapota, Rujab Bupati Mamuju itu nampak kusam. Sebagian dinding ruangan kelas pecah-pecah dan berlumut, tak ada pagar tembok. Lapangan upacara masih tanah. Bangku dan meja belajar juga sudah tua dan reot.

Dari keterangan kepala Sekolah SDN Padang Baka Abdul Galib, rehabilitasi bangunan hanya dua kali dilakukan sejak sekolah itu berdiri.

“Kelas satu, dua, tiga itu di rehab tahun 2006, kelas empat sama ini kantor tahun 2012,” terangnya. Senin (20/7/2020).

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mamuju Masram Jaya yang meninjau sekolah itu menyayangkan kondisi tersebut. “Sungguh miris bahwa ada sekolah dalam kota yang kondisi seperti ini yang hampir setiap hari mungkin pejabat-pejabat yang berkaitan dengan sekolah ini melewati, dan mestinya ini menjadi prioritas,” kata Masram.

Politisi PAN itu pun mengaku akan segera menggelar rapat dengan pihak dinas pendidikan kabupaten Mamuju serta pihak sekolah untuk mencari solusi agar bangunan sekolah itu bisa segera diperbaiki.

“Mencari solusi, kalau Diknas agak kewalahan menganggarkan, baik itu rehab sekolah yang menurut informasi terakhir di rehab tahun 2012. Lapangan upacara perlu juga menjadi perhatian, termasuk pagarnya,” bebernya.

“Solusinya dipikiran saya mungkin akan kita tawarkan ke teman-teman komisi III, kita berbagilah pokir,” sambungnya.

Ketua Komisi III DPRD Mamuju Masram Jaya bersama anggota DPRD Muhammad Reza saat meninjau ruang kelas

Sementara itu, Kepala Seksi Sarana, Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Bustam menerangkan, kendala yang dihadapi pemerintah selama ini adalah proses pembebasan lahan sekolah, itu juga yang menghambat pemerintah untuk  menganggarkan perbaikan sekolah. Nanti setelah tahun 2018 pembebasan lahan selesai.

Kata Bustam, pemerintah daerah sudah melakukan pengusulan agar sekolah itu bisa mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sudah kami lakukan pengusulan melalui DAK tahun 2021sisa kami kemarin menunggu sertifikat tanah ini. Di DAK ini akan jadi masalah kalau tanah itu dalam sengketa. Tahun ini kami usulkan program, programnya tuntas mulai enam kelas ini sampai pembangunan kantor,” ungkapnya.

Bustam yang berkunjung bersama dengan rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Mamuju mengaku, sekolah tersebut memperihatinkan dan memang sangat layak untuk segera dilakukan perbaikan.

“Tahun ini sudah aman pak, artinya kepala sekolahnya juga sudah mengatakan tadi bahwa sertifikat tanah itu sudah ada di Perkim, sisa dia berkonsultasi dengan Perkim, sehingga sertifikat itu bisa diambil,” simpulnya.

(ILU)

Leave A Reply

Your email address will not be published.