Media Platform Baru Sulawesi Barat

Elektabilitas Terus Meningkat, Sutinah Maju Calon Bupati Mamuju

0 371

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus menegaskan, elektabilitas Sitti Sutinah Suhardi terus meningkat, penerimaan masyarakat terhadap perempuan yang disapa Tina itu sangat besar.

Yuslifar bilang, dengan begitu opsi untuk menjadi 02 bukan pilihan utama.

“Untuk menjawab pertanyaan yang berseliweran diluar, melalui kesempatan ini kami tegaskan, bahwa ibu Sutina akan maju sebagai 01, memang kami desain untuk menjadi 01. Jadi kita sudah mengunci, menjadi 02 (wakil bupati) itu sudah tidak ada dibenak kami,” saat launching Perspektif Mamuju di Warkop Teras Jl. Pababari Mamuju, Minggu (18/08/2019).

Yuslifar menerapkan, Perspektif Mamuju merupakan sebuah wadah dari teman dan relawan Sutina yang melakukan pendampingan dengan menciptakan dan menawarkan gagasan untuk bagaimana membangun Bumi Manakarra kedepan.

“Kami juga melakukan komunikasi ke berapa tokoh yang selama ini cukup mempunyai peran penting untuk urusan politik dan semua setuju (Sutina sebagai 01),” kata Yuslifar

Yuslifar juga meyakini, dengan launcingnya Perspektif Mamuju ini elektabilitas atau trend dari Sutinah akan semakin meningkat. Apa lagi dalam melakukan pendampingan, Perspektif Mamuju menggandeng Logos Politika.

Sementara itu, Direktur Logos Politika Maenunis mengatakan, Maenunis menjelaskan, sejumlah alasan mengapa pilihan untuk menjadi wakil bupati tidaklah relevan bagi Sutina, selain survei elektabilitas yang semakin meningkat, juga ada efek dari Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka yang merupakan ayah kandung dari Sutina dan mantab Bupati Mamuju selama dua periode.

“Sebenarnya data awal yang dimiliki oleh ibu Tina, menurut saya tidak ada pilihan bagi ibu Tina menjadi 02, bukan pada porsinya menjadi 02,” kata Maenunis.

“Di Pilkada Mamuju 2015 itu, survei terakhir yang dibuat oleh JSI. SDK effect itu sampai 40 persen pada persentase perolehan dari Habsi-Irwan,” jelas Maenunis.

“Kemudian di komposisi survei 2019, per Januari dan Februari, ditingkat persebaran NasDem di posisi tertinggi tapi strong voters Demokrat itu yang lebih tinggi,” sambungnya.

Lanjut Maenunis, dengan melihat SDK effect dan hasil survei saat ini yang mana hanya dalam beberapa bulan elektabilitas Sutina terus meningkat mendekati sang petahana, sehingga ia kembali menegaskan opsi 02 bagi Sutina tidaklah relevan.

“Elektabilitas Sutina ini terus meningkat, dimana saat awal diturunkan dua bulan yang lalu berada di posisi keempat, saat ini sudah naik ketiga besar mendekati Habsi Wahid dan Irwan Pababari. Jadi Sutina harus meju sebagai 01,” tutup Maenunis.

(Ipenk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.