Media Platform Baru Sulawesi Barat

Nilai Kebudayaan Kian Tergerus, Penggiat Budaya di Polman Gelar Diskusi

0 468

TELEGRAPH.ID, POLMAN – Muqim Patappulo bekerjasama Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat, ALTAR dan Sapo Baca menggelar diskusi kebudayaan, di Perumahan Grand Land Jl Andi Depu, Kelurahan Pekkabata, Polman, Minggu (30/6/2019)

Diskusi kebudayaan yang digagas sejumlah lembaga ini, mengangkat tema “Agama, budaya dan negara sebagai satu kesatuan”.

Para penggagas diskusi ini menilai, saat ini budaya mulai tercerabut dari akarnya, sehingga dianggap kaum intelektual tak boleh tinggal diam.

Salah seorang narasumber Subaer Sunar menilai, kegiatan ini bagian dari membela kebudayaan dan tradisi yang mulai tercerabut di tengah masyarakat.

Kata Subaer, penting menekankan cara pandang bagi para lembaga atau komunitas pegiat budaya agar semakin fungsionel dan proporsional.

“Karna yang bisa membela dan mengembalikan nilai-nilai kebudayaan yang sudah tercerabut di tengah masyarakat hanya orang-orang intelektual ini,”kata Subaer.

Lebih jauh Subaer menuturkan, diharapkan dari diskusi ini muncul semangat dari para peserta dalam mempertahankan tradisi dan budaya yang ada di tanah Mandar ini.

“Saya berharap nanti ada peserta yang dapat menciptakan sosial perlawanan komunitas, sehingga kita tidak terjebak dengan tontonan kebudayaan sebagai wisata,”pungkas mantan Direktur Walhi Sulsel ini.

Diharapkan, lanjut Subaer, lahir intelektual baru yang bisa menyuarakan dan mengkampanyekan budaya-budaya yang ada di tanah Mandar.

“Harus lahir intelektual kebudayaan yang punya cara pandang berbeda untuk memperkaya apa yang sudah ada.

Karna hari ini belum ada yang mampu mendokumentasikan secara utuh nilai kebudayaan masa lalu. Maka dari itu kita buat kegiatan diskuis budaya ini,”tutur Subaer.

(Alam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.