Media Platform Baru Sulawesi Barat

Soal Petahana, Ahmad Taufan Yakin 60 Persen Masyarakat Tidak Puas

0 54

TELEGRAPH.ID, MAMUJU – Calon Petahana Habsi Wahid dan Irwan Pababari dipastikan kembali berpasangan di Pilkada Mamuju 2020. Sebagian kalangan berpendapat, pasangan itu berpotensi kuat untuk kembali pula keluar sebagai pemenang.

Bagi Ketua Yayasan Tanratu Pattanabali Ahmad Taufan, melawan petahana dalam adu program tidak begitu sulit. Meski tak ingin sesumbar, namun menurutnya, hal itu mudah karena masyarakat sudah bisa mengukur sejauh mana kinerja incumbent.

“Kenapa saya mengatakan semakin bagus (melawan petahana) karena incumbent itu, dalam tataran teori, orang tidak akan bertanya lagi, karena sudah bisa diukur lima tahun apa yang telah dia perbuat,” katanya. Senin (23/9/2019).

“Kembali lagi kepada masyarakat, apa masyarakat sudah puas?. Kalau merasa puas dia kesana. Tapi saya sangat yakin bahwa di Pilkada 2020 ini, dengan keyakinan saya, diatas 60 persen masyarakat tidak puas,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, di Mamuju saat ini hampir dipastikan tidak ada pemerataan pembangunan. Perbedaan antara daerah pedesaan dan perkotaan sangat nyata terlihat. Itu juga yang mendasari dalam Pilkada nanti pihaknya akan ikut terlibat.

“Kenapa kami berkeinginan untuk ambil peran dalam Pilkada di tahun 2020, karena kami merasa bahwa ada ketidakseimbangan didalam pembangunan antar kecamatan, contoh kalau kita bicara Kalumpang dan Mamuju sampai kapan bisa sejajar ini kecamatan padahal sama – sama namanya kecamatan,” ungkapnya.

Kedepan, Dia berharap, seluruh daerah bisa sejajar dalam pembangunan. Perlakuan terhadap daerah di pedesaan sama yang dilakukan di wilayah perkotaan.

“Kalau SD di Mamuju ini gedungnya bagus – bagus gurunya lengkap, kenapa di Tommo tidak begitu, kenapa di Kalumpang, Bonehau tidak begitu?.,” ungkapnya.

“Nah untuk mendorong itu tidak ada jalan lain kecuali peningkatan ekonomi kemudian keikhlasan seorang pemimpin untuk adil di semua masyarakat, bukan hanya adil di keluarga, bukan adil di kelompok, tapi di seluruh elemen masyarakat, karena pemimpin itu harus adil,” ujarnya.

(ILU)

Leave A Reply

Your email address will not be published.