Media Platform Baru Sulawesi Barat

Pelantun Januari Berpulang Tapi Cintanya Kepada Bumi Tak Lekang

0 197

Belum selesai berkabung atas wabah pandemi, kini publik di kagetkan dengan kepergian seorang musisi kawakan pelantun  tembang Januari.
sosok musisi yang satu ini mentereng di tanah air, sepak terjangnya di dunia permusikan memberi warna tersendiri.

mungkin ia tak tenar lagi di koleksi musik generasi tik-tokan tapi ‘lord’ di jagat musik dekade 2000-an. Deretan kompilasi karyanya akan mengantarkannya pada legend. Sisi romantismenya begitu apik memainkan kidung perasaan, menikmati lagunya seakan sakit hati itu asyik.

Lelaki yang satu ini tidak pernah lepas dari topi ala Tompi. Kulitnya hitam tapi manis, perawakannya khas dari timur tepatnya berdarah maluku suaranya pun begitu. Lengkingan suara vokalnya khas dari timur.

Tak begitu banyak orang tahu tentang sisi lain dari seorang kaka Glenn Fredly. Orang hanya mengenalnya melihatnya dari sudut pandang romantisme, tidak salah karena memang lagu-lagunya tidak beranjak dari kisah tentang sisi hati yang terkulai luka oleh cinta. Lewat lantunannya yang bergenre pop, R&B menghanyutkan duka di dawai vokalnya.

Sedikit beranjak dari sisi keromantisannya. Ia adalah salah satu manusia yang kadar kepeduliannya tinggi, napak tilas dari lagunya tentang “sayangi bumi hari ini” seakan resah dan gelisah melihat perilaku manusia yang mengeksploitasi isi bumi dalam skala besar.

Bagaimana ia dengan keras menentang reklamasi teluk Benoa di Bali, seakan Glenn merasakan detak nadi nelayan akan berhenti kalau teluk Benoa terus-terusan di reklamasi.

Ia juga ikut memberikan suntikan semangat kepada anak-anak muda Yogyakarta, menentang maraknya  pembangunan hotel yang mengakibatkan keringnya sumur-sumur warga. Gerakan ini di kenal dengan sebutan “Jogja ora di dol” Jogja tidak di jual.

Titik kepekaannya sangat ekologis ia begitu geram dengan segala bentuk pelindasan hak dan kemanusiaan.

Keinginan untuk bertemu dengan gleen Fredly sangat saya nantikan ketika sempat menginjakan kaki di pulau dewata Bali. bersama sejumlah aktivis NGO nasional dan internasional dalam agenda menentang kehadiran IMF(Internasional monetary fund) yang di hadiri langsung oleh presiden Joko Widodo pada saat itu. Yang akhirnya peserta yang hadir kegiatan itu direfresif oleh aparat. Sedikit kecewa tidak bisa bertemu dengan Glenn Fredly, namun terobati dengan penampilan panas rock&rol  Melani Subono dan beberapa band lokal dari anak-anak anarko.

Sangat jarang kita temui sosok seperti Glenn, di tengah hingar bingar entertainment, ia masih tetap menyimpan idiologi kerakyatan, ia tidak pernah lupa identitasnya sebagai seorang pembela akar rumput.

Selamat jalan Kaka Glenn Fredly engaku pergi di April bukan di Januari.

LIAR 09 April 2020

Oleh: Hamza Zambora Kordiv local culture and knowledge di Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar

Leave A Reply

Your email address will not be published.