Media Platform Baru Sulawesi Barat

Politisi Muda Polman Berkumpul Serukan Perubahan, Tolak Politik Dinasti

0 59

TELEGRAPH.ID, POLMAN – Sejumlah tokoh politik Polewali Mandar berkumpul di Warkop Rakyat, Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Polman. Jumat (14/5/2021) malam.

Mereka adalah Ajbar (senator) , Abdul Rahim (NasDem), Abdul halim (Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar), Fariduddin Wahid (Golkar), Jufri Mahmud (Golkar), Syamsuddin (politisi PDIP Sulbar), Ichsan sahabuddin (pengamat politik), Awaluddin (politisi NasDem), Jabal Nur Muhammad (aktivis), Gazali lopa (aktivis), Tokoh Masyarakat dan Pemuda Pro Perubahan.

Awaluddin yang merupakan Inisiator pertemuan itu menjelaskan, pertemuan itu untuk membahas persiapan untuk bertarung di Pilkada Polman yang rencananya dihelat tahun 2024.

Awal bilang, para tokoh muda itu berkumpul karena gerah dengan kondisi Polman yang dinilai Stagnan, cenderung melambat, bahkan, kata Awal, terkesan hanya milik segilintir orang.

“Melihat Pemerintahan kabupaten Polman yang dikuasai Matakali 20 tahun terakhir adalah pemantik dari pertemuan ini, diskusi ini sudah berjalan secara intens baik dari DPRD Kabupaten, Provinsi dan senator DPD bahwa sudah saatnya pemerintahan ini diberikan kesempatan dan ruang untuk membangun perubahan,” jelas Awal.

Senator Asal Sulbar Ajbar menuturkan, pertemuan ini bagian dari reaksi dan kegelisahan para politisi muda melihat kondisi Polman, utamanya mengenai dinasti yang dibangun selama 20 tahun terkahir.

“Kita dipimpin adik, kakak ini apa indikator berhasilnya? Bagi saya tidak ada, makanya legislator muda Polman ini hadir dengan gagasan untuk perubahan Polman,” kata Ajbar.

Para politisi muda kata Ajbar akan mendorong tokoh muda, diluar dari dinasti politik. Ia juga optimis bisa memenangkan pertarungan politik di Polman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulbar Abdul Halim mengatakan, pertemuan ini serius menyatukan ide dan gagasan para politisi muda untuk keluar dari cengkraman politik dinasti di Polman.

Ia menjelaskan di poros muda ini akan lahir calon pemimpin yang akan melawan dinasti di Polman.

Pria yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sulbar itu menuturkan, menang kalah dalam sebuah kontestasi merupakan hal biasa. Namun, bukan tidak mungkin, kandidat yang memiliki keberanian dan visi perbaikan di Polman dapat merebut kepemimpinan di Polman.

“Ini momentum para politisi muda dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Polman tanpa Dinasti,” ucap Halim.

Politisi dari Partai Golkar Jufri Mahmud lebih mengurai permasalahan yang terjadi di Polman. Dari pengalaman semenjak dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD di Polman, dia mengaku tak menemukan perubahan.

Dia menjelaskan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tidak pernah tercapai, kemudian kemiskinan bergerak naik di indonesia tapi tertinggi di Sulbar, kemudian IPM terendah.

“Itu yang saya amati terkait dengan jabatan saya sebagai Ketua DPRD Polman selama 2 tahun ini

“Kepemimpinan klan Matakali di Polewali Mandar tidak memberikan perubahan signifikan, utamanya mengenai pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, dimana Polman masih tertinggi di Sulbar. Intinya bagaimana Polewali Mandar ini bisa menjadi lebih baik,” tandasnya.

Politisi Partai Nasdem Abdul Rahim menuturkan, banyak permasalahan mendasar yang dirasakan oleh masyarakat yang sampai saat ini tidak terselesaikan. Baginya, salah satu faktor penghambat ialah politik dinasti yang begitu mencengkram hingga kehidupan sosial masyarakat.

“Ini dinasti sangat membahayakan masa depan bagi masyarakat dan ini harus dilawan,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.