Media Platform Baru Sulawesi Barat

Pemkab Gowa Siap Kembangkan Tiga Jenis Kopi Kualitas Ekspor

0 140

TELEGRAPH.ID, GOWA – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menetapkan tahun 2020 sebagai tahun pertanian dan keagamaan.

Hal itu diungkapkan dihadapan sejumlah petani saat membuka sosialisasi peluang ekspor komoditas pertanian kopi dan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa. Rabu, (08/01/2020).

Ia menyampaikan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam mengembalikan kejayaan pertanian kopi di Kabupaten Gowa.

Adnan mengaku sangat mendukung petani di Gowa agar kedepannya hasil pertanian kopi dapat menembus pasar nasional dan internasional.

”Tahun 2020 ini kita tetapkan sebagai tahun pertanian, sehingga hari ini kita lakukan sosialisasi yang sejalan dengan pencanangan itu untuk menyamakan visi misi pertanian kita agar semakin baik ke depan, apalagi Menteri Pertanian RI sangat memberikan perhatian besar terhadap Gowa,” katanya.

Adnan menjelaskan, saat ini, peluang bisnis kopi di Indonesia sangat baik dan itu harus ditangkap baik pula, apalagi sudah ada perusahaan yang menawarkan untuk membantu memasarkan kopi di Kabupaten Gowa hingga keluar negeri.

”Ada PT Java Frinsa Estate yang akan menjelaskan cara ekspor kopi seperti apa, dan akan membantu para petani di Gowa bisa memasarkan kopinya, ditambah Bank BRI Sungguminasa yang bersedia memberikan KUR bagi petani disesuaikan kondisi panen,” tuturnya.

“Ini peluang yang sangat baik bagi Kabupaten Gowa untuk memperkenalkan kopi kita dan akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” sambung Adnan.

Sementara itu, Owner PT.Java Frinsa Estate, Wildan Mustofa mengaku tertarik dengan pertanian kopi di Gowa karena kondisi dataran tingginya mirip dengan Bandung yang memiliki tanaman semusim dan kesejahteraan yang baik.

“Kami sudah turun kelapangan seperti di Malino, Tombolopao, dan menemukan ada beberapa jenis kopi yang bisa kita pasarkan dari Kabupaten Gowa seperti kopi arabika jenis gayo 1, gayo 2, tipika, lini s. Rencananya besok kita akan ke Bontolempangan melihat-lihat lagi,” ungkapnya.

Wildan berharap, dengan kegiatan tersebut bisa menjadi motivasi bagi para petani itu agar bisa menanam kopi, karena bisa diselingi dengan tanaman lain seperti sayur dan lainnya.

Muhammad Arsyad petani kopi dari Malino mengaku tertarik dengan pemasaran ini, dengan begitu, katanya akan membuka jaringan yang lebih luas lagi dalam memasarkan hasil kopi petani.

“Alhamdulillah kami sudah berhasil melakukan ekspor ke Singapura, namun ditambah dengan hadirnya pengetahuan baru hari ini pastinya sangat tertarik karena akan menambah peluang bagi kami,” pungkasnya.

(SILA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.